Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 18 Oktober 2014

2.

Aku bukan penyair
kamu tahu itu, kamu paham akan itu. Aku bukan penyair yang dapat menggantungkan sebuah cerita utuh dalam sajak yang bukan untuk dimengerti, melainkan untuk dihayati, dirasakan atau kata apapun itu yang menurut mu tepat untuk digunakan. Silahkan koreksi, aku tahu kamu penyair.
Aku tak begitu suka hal yang tersirat, mari ku jelaskan sedikit pikiran ku tentang dua dengan agak gamblang. Tak peduli kamu ingin membaca atau tidak, yang jelas aku ingin sedikit menyampaikan hal ini, dengan gaya ku, akan ku beritahu kamu sesuatu yang sebenarnya telah kamu ketahui sejak dahulu.

Pertama-tama saya ingin meminta maaf jikalau kata "tolong" akan sering terucap. Diriku memang butuh pertolongan, sepertinya

Aku hanya dapat menyampaikan sebesar-besarnya dusta dalam aksara, meski kau baru saja mengatakan bahwa aku tak pandai berdusta. Namun, kamu tahu segala perkataan manis ku hanyalah rayuan semata.
Tolong jangan terbuai, terakhir yang kutahu, kamu hampir percaya aku mencintai mu. Padahal aku sendiri tak tahu jawabannya.
Tolong, kamu, jangan berpura-pura polos. Jangan mau percaya dengan mimpi mu, sayang. Kamu tahu kan ucapan manis ku hanyalah kata perih yang tak tersampaikan?

Mau apa lagi kamu dariku?
Sudah kenyang hati ku dengan segala tetek bengek tentang cinta yang kau berikan. Sudah keram nadi ku dengan semua pengorbanan yang disebut cinta, tak ada lagi gejolak di hati, tak ada lagi selain dari kau. Lebih baik kamu mundur. Kau terlalu hebat.

Tolong, kamu jangan harapkan ku untuk kembali. Sudah cukup malu ku dihabisi oleh nafsu, sudah cukup otak ku bersetubuh dengan haru. Sudah cukup. aku tak mau lagi.
Jadi, jangan pernah kamu percaya kalau aku mencintai mu. Meski pada saat itu, hal tersebut terucap langsung dari bibirku, atau bahkan.. hati ku. Kamu tahu kan, aku pendusta.

Untuk kau, yang tak percaya kalau aku bisa berdusta.
Sampailah kita pada secarik rahasia yang akan digantungkan di sebuah kebun cerita. Sampailah kita pada sikap paling wajar seekor manusia. Walaupun, bukanlah bagiku ini sebuah rahasia. Karena kau tahu manis ku, milik kau juga. Tapi jangan cicipi aku terus menerus, nanti habis manis ku.

Aneh rasanya kalau kau merasa menyesal, padahal kau telah menelannya lumat-lumat. Telan saja biji yang mencekat tenggorakan kau, tanpa ampun, tanpa sesal.
Tak perlu ku bilang, jangan. Rela ku, kau habiskan.

Namun, jangan kau meminta maaf tentang kisah ini, Jangan kau minta maaf meski untuk zat yang ada di atas sana apalagi meminta maaf padaku. Karena, terasa sangat salah, sangat bodoh, atau mungkin hina jika kau meminta maaf padanya, padahal kau telah melakukannya. Dan maaf untukku? kau tak perlu meminta maaf padaku, yang kubutuhkan hanyalah sebuah ucapan terima kasih.

Tolong, buat ku merasa lebih dihargai, aku tahu kau telah berusaha, namun 'maaf' tak membuat ku merasa spesial. Aku ingin diriku berarti bagi diri kau. Aku ingin kau merasa sangat beruntung untuk memiliki ku, dan kau tahu aku cinta kau. Aku tahu, kau tahu aku tak akan pernah berdusta, aku tak bisa berdusta.






18 Oktober 2014

Kamis, 04 September 2014

Antara Sadar dan tak Sadar

Jadi kemaren gue dapat surat, isinya

"


Hai, bertemu lagi kita, dalam sekotak halaman kosong untuk menulis sesuatu yang harus ditulis, atau yang ingin ditulis.
Saya disini masih belum tahu ingin menulis apa, mungkin, pertama-tama, izinkan saya bercurah, semenjak saya sudah bosan menulis tentang teori dan logika yang saya buat sendiri dan hasil nya malah rancu dan tak jelas.
Saya sedang bahagia.
Saya sedang di mabukkan oleh sebuah racun yang membahagiakan. Ini bukan jamur Kotoran Sapi, ini bukan ganja, ini bukan vodka, ini bukan Tequila, ini bukan segala hal yang secara fakta kalian pikir buat saya mabuk
Ini imajinasi, saya mabuk oleh cinta. Klise, ya?

Jangan tertawa, saya tahu anda baru saja membaca awal-awal cerita saya yang kelihatannya sebal dengan kondisi yang seperti sedang dibodohi oleh cinta. Namun, ironi nya, kini justru saya sendiri yang terjebak dalam kondisi yang membutakan mata hati saya ini. Lucu sekali saya malah menikmati nya dan merasa hal ini adalah karma seperti orang Buddha bilang. Saya yang dulu menganggap nya bodoh malah jadi tertunduk pada kuasa nya.

Saya jadi penasaran, apakah ini kuasa dari sebuah kata 'cinta' atau dari seorang dirinya yang benar-benar bisa memainkan saya dalam cerita yang dibuatnya, saya tak tahu,

Mari saya beri tahu ciri-ciri yang membuat saya merasa ganjil dengan perasaan ini. Pada awalnya saya merasa biasa dan tidak menaruh harapan besar pada seorang dia, tapi suatu saat, pengorbanannya buat saya luluh lantah juga. Selanjutnya, dirinya terus berkelana dalam pikiran saya, tidak mengenal siang atau malam. Buat saya gila! membayangkan hal-hal yang tidak sepantasnya saya pikirkan. Dan ciri terakhir yang saya ingat (pada saat ini) saya tidak bisa melupakan kehangatannya di setiap ia menggenggam tangan saya. Yang menyenangkan sekaligus menegangkan adalah saya terus saja merasa ada gejolak dalam perut saya pada saat dia menyentuh lembut tangan saya, rambut saya, wajah saya, atau organ-organ lainnya yang masih wajar untuk di sentuh olehnya.

Saya masih salah tingkah

terhadap orang yang tidak terlalu saya harapkan

Lalu ini apa?

Yang terkasih tidak selalu yang saya inginkan.

Ya.


N.
"


surat ini gue dapat entah saat kondisi sadar atau tidak. Jujur aja, gue hanya mengingat nya, tanpa tahu kapan mendapatkannya.

Minggu, 10 Agustus 2014

Just. Help. Me.

gue gatau mau pake bahasa formal atau ga. Terlepas dari itu gue mau nge-post
Karena hal ini sangat meresahkan perasaan gue seorang, sebenarnya gue akan membuat cerpen tentang curahan gue ini (Ya, pada akhirnya gue curhat juga) tetapi gue rasa gue gak akan nge-post di blog. Kalau gue sampe post, (kadang suka gak tahan, sih. Jadi gue gabisa janji buat ga nge-post cerpen itu) cerpen itu merugikan dan mengecewakan orang banyak.
Sebagai seorang libra yang memiliki mental super labil,  Kini gue berada dalam posisi paling membingungkan.

Yaitu..
Kadang gue bingung, gue yang sungguh marah dalam suatu keadaan, malah sebenarnya sungguh merasa bersalah di lubuk hati paling dalam. Lalu, gue yang merasa bersalah atau merasa tidak enak pada orang lain malah sebenarnya dalam hati gue paling dalam, begitu jengkel dan menganggap hal tersebut tidak adil.

Sekarang gue bingung.
Lo bingung, gak?
Kalo gak,  tolong bantu seorang libra ini.

Please.. seseorang bantu gue untuk merasakan satu perasaan saja tanpa merasakan perasaan-perasaan janggal lain yang terselubung dalam tiap pikiran dan masalah.



uyul. 10 Agustus 2014

Kamis, 31 Juli 2014

hahahaha

terbayang matanya yang cerah saat ku merenung dalam kesendirian, menyusup dalam kesunyian malam yang begitu gelap.
terakhir ku teringat alis nya yang tebal dengan wajah tersenyum ia lalu berjalan entah kemana
Hanya meninggalkan jejak tanpa meminta ku untuk menyusul. Lantas, untuk apa ku berlari kepada nya?
Namun nyatanya, ego telah buat ku rindu.
Hanya melihat secuil memori tentangnya ku sudah tak sanggup
Hanya membuka selembar potret masa lalu ku menangis
apa daya lah aku hanya wanita.
yang penuh keegoisan. yang terus meminta kasih tanpa berusaha mengukir kisah.
Walau sudah ku kubur dalam dalam cerita cinta yang tak ada bahagia-bahagia nya ini, belum bisa ku merelakan dirinya yang tersenyum di ujung koridor itu.
Tiap kawan terus bertanya, tentang dia, tentang cerita masa lalu, apalah itu, basi.
tapi mengapaaaa
setiap mimpi
setiap angan
selalu dia yang datang
mengapa.
aku hanya ingin berhenti dari penyesalan ini
aku tak rela melihat nya bahagia, sedangkan ku hanya terus menangis-menangis dan menangis melihat pisau ini yang tergeletak serupa

Rabu, 16 Juli 2014

Surat yang Tak Pernah Sampai

Aku juga selalu memaafkan mu, sayang. Aku sangat senang melihat mu kembali disisi ku yang sedang lusuh ini, aku tak mau melihat mu bersedih, jadi tolong jangan bersedih.
Percaya kah kau? aku merasakan dirimu yang menggenggam tangan ku sambil menangis, berdoa dan terus berdoa disamping ku.
Jujur aku tak sanggup, dirimu yang dulu begitu keras dan bijaksana menjadi begitu rapuh karena melihat ku yang tak berdaya ini. Kau yang dulu bisa mengatakan sudah tidak cinta aku, kini bersanding disisiku untuk memanggil ku kembali.

Setiap hari saat aku masih sadar dan benar-benar hidup, mungkin aku tak pernah sudi memikirkan mu meskipun hanya sedetik, namun siapa tau, aku selalu terbangun dengan meminta mu untuk menemani ku tidur dengan tenang.

Kini dalam kondisi ku yang hanya bisa bermimpi dalam diam, atau merasakan hangat nya kedatangan mu disisi ku aku ingin Tuhan mengembalikan ku pada saat kau memeluk ku erat, mengecup kening ku dan menjaga ku agar tetap nyaman serta aman. Tapi aku tahu, Tuhan pasti membalas doa ku dengan senyum dan berkata "tak mungkin, sayang, ajal mu sudah dekat" karena hingga detik ini aku tak pernah terbangun pada hari pernikahan kita lagi.
Jadi, aku akan menikmati kehadiran mu disini, walau hanya sebentar. Aku akan merasakan cairnya suasana dingin yang diberikan cucu-cucu mu selama ini.

Maafkan aku sayang, maafkan aku
yang tak pernah terbangun semenjak satu minggu lalu saat kau pertama kali datang menengok kesehatan ku.

Maafkan aku yang tak sempat memeluk mu atau sekedar menyapa mu hangat untuk menjalin hubungan silahturahim.

Dan tolong sampaikan pesan ku pada dirinya yang menemani tidur mu saat ini ; Tolong jaga dirimu baik-baik.

Sudahlah, jangan menangis, sayang... kita pasti akan bertemu lagi. Berdoa lah, aku juga.


Kini, aku minta satu permohonan terakhir selama di dunia kepada diri-Mu, Tuhan, izinkan aku merasakan dekapannya satu kali lagi.. yang erat dan tulus... sebelum aku harus meninggalkan dunia untuk memenuhi panggilan Mu..







lanjuran dari Surat dia untuk dia

gabut 2.

terlalu dini untuk merindukan senja bahkan bulan, membuat ku tak sengaja menyapa angin pagi yang membelai, yang dengan cantik tersudut oleh cahaya pagi. terlihat dari sini seorang dia merakit sepenggal ikatan batin pada hati yang terselubung, atau memutus tali kasih dengan sebuah peluru khusus, yang sepertinya telah memendam asa dalam dalam.

"biarkan saja" kata mereka, dia hanya berusaha bersikap anti pada kewajiban manusia di dunia, termasuk hal-hal yang menyangkut dengan bersosialisasi. Tapi begitu indah memandangi nya dari ujung sini, aku tak memedulikan kata mereka. mungkin ini hiburan ku. Seperti kesenangan ku yang terjebak dalam galeri, kini aku terjebak dalam.... dirinya.

Kambali dengan dimana mataku tertuju, Ia masih memandang langit begitu dalam, seperti berharap datangnya keajaiban di dunia, bukan, maksud ku keajaiban di hidupnya. aku sudah bisa sedikit membaca dari matanya. Sepertinya, semua tentang nya adalah sikap yang cukup egois. Karena dia hanya ingin membuat dirinya bahagia, seorang diri

Seperti Kucing. Terlihat menggemaskan, namun kau tahu, they dont give a fuck about your life.

Rabu, 09 Juli 2014

:)

Panjang kiasan tentang, cinta cinta, mati mati, diumbar secara serta merta layaknya sekedar kalimat yang tak berarti.
Buat hati bergidik ngeri dan ingin sembunyi saja, bersikap apatis karena sudah terlanjur sakit oleh mereka yang mengucapkan nya tanpa arti
Tiada acuan yang konkrit untuk kalian yang mengatakan 'saya cinta kamu'
bohong
bohong
aku adalah dia yang bersikap tak peduli
maaf.
Ini bukan salah ku yang tidak menyukai mu
Bukan juga salah mu atau tampang mu yang kurang tampan
Apalagi masalah dompet mu yang hanya tebal dengan bon bon tak penting
Aku tak masalah
Hanya tak cinta
Karena cinta hanya terdengar sebatas "sekedar pujian" untuk ku
Aku hanya butuh bilang, makasih
kau mengucapnya tanpa arti yang sesungguhnya kepada ku yang telah menunggu begitu lama,
terlalu lama bahkan
hingga buat ku tersadar, cinta hanyalah sebuah kata kiasan untuk menyanjung kami, wanita-wanita. Kami yang haus akan belaian.

Rabu, 21 Mei 2014

teruntuk yang biasa mereka bilang sampah

Ketika sepi menyeruak ruangan ku yang luas. Kulihat dirinya dari jendela ruangan ku, dirinya menepi dengan kaki yang bertekuk manja. Semua raga mengelilingi sendu nya. Berbagai manusia sok suci memintanya kembali seperti dulu. Namun ia tahu jiwa para manusia itu tidak bersama mereka.

Sial sepi terus mendera. Dingin malam telah menjadi teman akrab baginya. Dan saat bulan dan bintang begitu segan menemaninya. Ia hanya bisa meringkuk rela karena sadar akan dirinya yang hina.

Hasrat ku terpikat oleh ke kalutan nya. Yang menyelimutinya dengan asap dari sekotak rokok bernama sampoerna. Ia bermain dengan asap yang keluar dari mulutnya. Mengumpat akan setiap semut yang mulai menggerogoti kulit cantiknya. Ia menyambut minuman dengan cairan racun sambil tersenyum, tahu akan kebaikan yang telah menghancurkannya.

Aku ingin dia tetap menepi diseberang jalan itu. Mengikat tangannya dalam setekuk wajah sendu dan pasrah. Bercerita pada entah degan siapa akan bangsat nya dunia dan manusia. Agar aku tahu semuak apa sesosok malaikat dengan ketololan para manusia, serta keperihan hidup didunia.

  Sifat natural yang pernah ia miliki sudah tidak bersemi dari bisikan surga. Polos, putih, tanpa dosa, itulah saat kali pertama aku melihat nya. Kini hanya pancaran mata nya yang cerah namun kosong yang masih tersisa. Tetapi sayang.. aku masih menjadi penonton setia mu.

Ungkapan ini mungkin sedikit ambigu. Namun tiada yang bisa mengalihkan perhatian ku darinya. Pemandangan ini sungguh membuat ku tergila-gila. Atas kehancuran dirinya di dunia. Bukan, aku bukan senang diatas penderitaannya.

Wajahnya yang begitu rela untuk menjadi hancur..

berani sumpah aku tahu dia malaikat dari surga.





28 . 04. 14

Sabtu, 17 Mei 2014

singkat aja gak perlu panjang-panjang

"Siapa tuh?"

"bawa payung, baju kaku. Fix banget anak baru kelas satu"

"Eh? Peduli amat yul.. CEPETAN LARI UDAH MAU MASUK BING ULANGAN!"

*masuk kelas*

*tutup Al-Qur'an*

"lah kok bu Nia?"

"siapa tuh depan Erwina, Geo? kayaknya bukan... Hizkia? YAKALI. nah kok anak sos 4 ada disini?"

"kalian punya teman baru"

"ya.. silahkan maju"

"ini yang tadi bukan ya?"

"nama saya ebhubeba kanz"

"tadi dia ngomong apa ya, yul?"

*angkat bahu*

"eh itu.."

"mirip abhim!"

"nadisya, single tuh!"

"kasian baru masuk udah ulangan bahasa inggris"


Lo gak bakal tahu.

Lo gak bakal tahu, orang yang benar-benar baru memperkenalkan diri kepada lo sendiri atau orang yang gak pernah muncul dipikiran lo untuk mengukir kisah sama lo, malah yang megang tangan lo sambil bilang ;

"i love everything about you"

Lo ga bakal tahu, karena lo gak pernah berharap.