Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 18 April 2014

20140418

Suatu kali aku bertanya

Pada diriku yang tak berjiwa

Memandangi langit memuja bulan

Ditemani derasnya air hujan

Merendam pilu yang menghampiri

Bagaikan peluru yang meracuni

Diriku dengan mudah terpukau oleh oasis

Mempercayai cinta yang hanyalah fatamorgana

Tak peduli sakitnya karena candu itu begitu manis

Tak peduli perihnya meskipun sampai terukirnya duka lara

Hai, cinta ku
Aku menggenggam janji mu

Aku penanti yang tak kenal kata jenuh

Jantung ku yang berdebar kuatkan ku untuk menunggu

Senyuman mu membuat ku berdiri tangguh

Tiada lagi hal yang dapat membuat ku sayu

Sayang ku

Kupegang erat kata manis mu sambil berdoa

Berusaha agar aku tak akan lengah

Kupegang erat agar kau teringat diriku

Pujaan ku

Aku ingin kau membuatku bersumpah

Untuk mencintai mu sampai akhir hayat ku

-Apalah Ini Pikiran Kalut Tengah Malam

Senin, 14 April 2014

Konservatif.

Kolot
Sialan, baru aja gue cerita tentang ba bi bu be bo kepada teman gue yang lagi ujian Nasional ini, doi malah bilang gue 'kolot'
Gue merasa gue mirip seperti guru bahasa Indonesia di sekolah gue yang emang, 'kolot' (maaf)
Se - ko - lot - i - tu - kah - gu - e - ?

Gue langsung meluruskan kembali kata-kata 'kolot' itu setelah menapakkan kaki gue dirumah, tapi ada berbagai hal yang gue lakukan sebelum menelaah tentang ke 'kolot' an gue.
Setelah membersihkan kuman-kuman dan bakteri yang menempel ditubuh, gue mulai main cookie run di handphone. Akibat Nyokap bilang "main hape mulu kamu, dek" akhirnya gue mengganti pekerjaan gue dirumah dengan membaca novel Neil Gainman & Al Sarrantonio yang berjudul All-New Tales. Karena novel tersebut.. eh bukan novel, itu kayak kumpulan cerpen gitu, cenderung membuat gue harus mencerna isi nya (baik bahasa nya karena pake bahasa inggris dan arti dari kalimat yang terkandung didalamnya) gue cuma baca satu bab / satu cerpen saja (ketahuan deh bego nya) dan berujung kembali main hp. Tapi sayangnya Nyokap masih komentar, dan malah disuruh foto-foto in karya nyokap dan men-upload nya di facebook Nyokap (-____-) . Ya.. karena gue emang lagi kurang kerjaan gue mematuhi permintaan Nyokap gue itu. Setelah mengerjakan tugas yang diberikan Nyokap tercintah gue bingung mau ngapain.
akhirnya gue buka ini
Zeek Power - Rude! (Magic Cover)
Zeek Power - Sweater Weather (The Neighbourhood Cover)

Dan gue saranin lo nonton, karena itu sangat menghibur.

setelah buka-buka yang ga jelas, gue baru teringat kepada ketidak sengajaan teman gue (karena biasanya yang tidak sengaja itu yang benar-benar yang dimaksud)  yang mengatakan bahwa gue... kolot?


WHAT.

KOLOT ?!

Konservatif, kek gitu?

Mungkin gue orang nya emang konservatif. Tapi gue gak mau dibilang KOLOT.

Konservatif.
Satu kata yang kayaknya amat sangat mewakili gue. Ya emang sih, teman-teman gue enggak merasa gue adalah orang yang konservatif. Tapi, kalau dilihat dari segi kehidupan yang gue jalanin, gue adalah orang yang sangat konservatif

Pertama, gue selalu berusaha menjalankan perintah yang tertera dalam tata tertib, maksud gue, bukan semua tata tertib, tapi beberapa tata tertib yang gue anggap wajar (yang gak wajar mah ngapain diikutin). Ya meskipun ga rutin. Kadang gue emang sangat berusaha untuk bisa terlihat disiplin, walaupun selalu berujung tidak disiplin. Tapi gue selalu ingin dilihat orang sebagaai orang yang memiliki sopan santun.
Sungguh konservatif, kan? (ini kok bahasanya kayak lagi baca buku bahasa indonesia, baku banget!)
Tapi gue gak mau menekankan makna konservatif untuk menggambarkan seorang Nurul Salamah Mahza.
Jadi se konservatif apapun gue, itu cuma sebatas apa yang terbesit dalam pikiran dan hati gue, karena gue gak akan pernah bisa se disiplin itu. Kalau disiplin, hidup gue teratur. Kalo hidup gue teratur, gue jauh dari masalah. Kalau hidup gue jauh dari masalah, gue gak punya pengalaman, dan gak mau denger pengalaman orang. Dan tanpa adanya pengalaman yang tersimpan dalam benak gue, Blog hip-peace ini gak bakal ada.


Kedua, gue suka gak setuju dengan usul seseorang, kalau itu melawan (dengan kasar) kepada orang yang lebih tua. Kita punya otak, kita enggak perlu mengabsen kebun binatang satu persatu. Terlihat munafik, sih.. karena gue sendiri suka ngomong kayak gitu tanpa mengontrolnya terlebih dahulu. Tapi satu yang perlu kalian perhatiin, intonasi gue gak bakal meninggi dan gue akan lupa dengan nama-nama hewan saat didepan gue adalah orang yang menerut gue patut untuk dihormatin.
Kenapa hal ini membuat gue merasa konservatif? Ya karena itu tadi, hal ini suka dilupain sama anak-anak jaman sekarang. Mungkin zaman telah berubah, menjadi lebih modern, mungkin? Namun sayangnya, gue lebih nyaman dan merasa menghargai diri gue sendiri dengan bersikap konservatif dalam hal ini. Daripada gue harus bersikap modern tapi malah merasa dosa gue makin banyak (padahal juga udah kebanyakan, sampe gak bisa ditampung)


Ketiga, gue selalu cari aman. Penakut? Bisa dibilang. 'Cari aman' dalam kamus gue artinya adalah.. menjaga adanya ketenangan saat terjadi perluasan masalah yang membuat emosi tak terkendali (kok ribet, sih?!)
Ya emang ribet. Tapi yang satu ini menurut gue adalah yang paling penting.
Bayangin aja, saat ada masalah, semua pihak dalam masalah itu emosinya terbilang memuncak, pihak-pihak itu berpegang teguh dengan pendirian masing-masing. Sudah dipastikan, tidak ada yang mau mengalah. Hal ini yang gue gak suka dari negara gue, meskipun di UUD berkali-kali mengucapkan kata-kata "musyawarah" warga malah makin sering melupakan jalan keluar dengan cara yang semudah itu. Mengapa? Karena mereka hanya mementingkan ke ego an masing-masing pihak, mata mereka harusnya terbuka dan mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh pihak lain. Lalu mereview kembali masalah yang selama ini diributkan, ibaratnya suatu musyawarah adalah sebuah setrikaan, dan masalah tersebut adalah kertasnya yang kusut. Maka dari itu, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa musyawarah dapat meluruskan segalanya.
Musyawarah. Kata-kata yang paling sederhana dan konservatif. Tapi malah musyawarah yang sebenarnya dapat meluruskan ego masing-masing pihak.

Keempat. Masalah cinta, pacaran dan hubungan antara pria dan wanita dalam berbagai cerita. Gue gak perlu menjelaskan pada yang satu ini. Karena, gue juga gak tau dan masih labil, antara lebih tertarik kepada kisah cinta yang cenderung klise dan jadul yang sering berakhir miris, atau kisah cinta yang penuh tantangan dan membuat kedua insan itu lebih berani untuk mewujudkannya.
Pacaran yang konservatif malah kadang terlihat lucu dan seru di pikiran gue. Saat dua insan bertemu dan saling berbincang tentang apa saja yang bisa diperbincangkan. Dapat saling mengenal seluk beluk masa lalu dan masa depan hanya dengan perkataan-perkataan yang tidak sengaja keluar dari mulur mereka, didukung dengan imajinasi yang saling melengkapi impian-impian dan realita.
Ada satu lagu yang bikin pikiran kisah cinta jadul itu terdengar menarik. Lagu ini yang paling terkenang dalam kepala gue sejak kakak gue masih demen lagu lagu Indie. Dan parahnya, tanpa suatu alasan tertentu, lagu yang menjadi soundtrack film Janji Joni ini, bisa bikin gue nangis, entah karena lirik nya atau karena instrumen nya.. enggak kok instrumennya gak mendayu-dayu, lirinya juga enggak galau-galau, tapi gue suka lebay gitu saat mendengarkan lagu, entah The Adams ngasih bumbu apaan sampe bisa bikin gue miris setiap denger lagu ini

THE ADAMS - KONSERVATIF.



:)





Minggu, 13 April 2014

Bukan Keresahan Semata

Ada beberapa hal yang berubah di hidup gue. Gak banyak, dan ga signifikan, sih.. cuma beberapa hal aja. Tapi gue gak mau ngasih tau kalian tentang apa itu (siapa juga sih Yul yang mau tahu?)
Oiya, beberapa tautan gue yang galau klimaks yang pernah gue tulis juga ada beberapa yang gue hapus. Gak ada alasan tertentu juga, sih... Hanya ingin menghapus yang sudah lama saja (?)

Keresahan yang gue ingin tulis sekarang bukan tentang masalah cinta. Karena bosan juga hanya menulis tentang cinta-cinta yang padahaaaaaaal gue aja gak ngerti apa itu cinta. Sepertinya, gue harus buat What Is Love ke 3? Hum.
Anyway, tulisan gue ini sekarang sedang bersandar kepada manner, ah enggak enggak lebih ke respect.

Makin kesini, gue makin jarang aja ngeliat orang yang respect sama lingkungannya. Dari figur apapun itu.
Baik dari figur yang sudah ter-label positif maupun negatif. Ok. gue gak mau munafik juga, karena gue juga belum bisa dibilang orang sopan. dan gue juga gak mau jadi anak yang sopan-sopan banget yang nantinya malah berakhir mengikuti segala hal yang tidak sesusai dengan kata hati gue dan malah berujung seperti anjing peliharaan. Tapi, di atas itu semua nilai kesopanan menurut gue masih penting untuk diperhatikan. Bukan hanya sopan kepada yang lebih tua, gue bisa mengatakan sopan terhadap sesama juga.

Beberapa masalah yang gue dapat sekarang ini sebenarnya cukup banyak. Seperti membuang sampah sembarangan yang termasuk pada tidak menghormati lingkungan, (oke)
 Namun untuk kali ini gue hanya ingin membahas dua masalah yang kian hari makin sering dilupakan. Dan kedua hal ini juga tipe respect yang paling simpel, tapi sayang nya malah yang kerap diabaikan.

1. Pendapat

Jadi, gue dapet cerita dari salah satu temen gue, anggap aja namanya Acong (Acong ini someone from neverland, sumpah gue gak kenal, cuma ceritanya dapat diambil sesuatu yang berarti #halah)
Si Acong memiliki teman-teman gaul yang doyan menikmati dunia gemerlap dan sedapnya minuman yang mengandung soda, eh maksudnya dosa. Sebenarnya menurut gue, emang gak ada masalahnya anak SMA mainan dunia yang malem-malem gini dan minum yang gitu-gitu, malah wajar, karena mereka kepo, dan harus nyobain! daripada kepo pas udah tua dan gak bener pas udah tua, ya kaaan? Tapi kalo lo nanya gue lebih milih yang mana, gue memilih untuk tidur saja dirumah daripada menikmati dunia yang gak gue ngerti itu.
Dan... si Acong pun memiliki pikiran yang sama dengan gue. Dia lebih memilih malamnya dihabiskan dengan hal-hal yang lebih berguna atau hanya sekedar menonton live music yang diadakan di Jakarta (ehm.. BUKAN DANGDUTAN).
Namun, karena pergaulan nya yang sudah terlanjur 'seperti itu' teman-temannya pun mengajak dia untuk merasakan hal-hal yang gue bilang tadi, Acong pun menolak karena merasa tempat seperti itu bukanlah tempatnya. Hampir tiap minggu teman-temannya mengajak, dan dia pun tetap saja menolak, sampai akhirnya cap 'cupu' pun Acong dapatkan.
Dari padangan gue, hal itu sangatlah buruk. Karena itu pilihan dia, pendapat dia. Kenapa kita harus ngeributin, padahal si Acong pun tidak mengganggu atau menceramahi teman-teman nya itu? Gue bukan mengatakan salah kepada teman-temannya karenna seneng ajep ajep. Gue menyalahkan teman-teman nya yang tidak menunjukkan respect sedikit pun kepada si Acong.
Seharusnya sebagai teman sendiri, kita harus menghormati pilihan teman kita itu. Itu kan hanya pendapat, dan pendapat itu tidak menjatuhkan pendapat dan pilihan kita, kalau begitu ngapain kita harus ngeributin pendapat dan pilihan orang lain padahal kita tidak merugi? kalau kalian cerna ulang, hal itu tidak adil, kan?

Gue harap sih masalah "menghormati penadapat orang lain" bukan lagi hanya tertulis dibuku PKn dan sebagai hafalan semata. Gue harap semua orang di Indonesia, lebih baik di Dunia, semuanya bisa mempraktekkan 'menghormati pendapat orang lain' tanpa maksa-maksa. Gue yakin Indonesia jadi berkurang rasis-rasisannya.


2. Agama

Duh. Ketahuan deh gue sering buka ask.fm.
Ya.. orang-orang yang eksis dalam dunia maya termasuk ask.fm, kerap selalu di bash dengan mengatas-namakan agama. Meskipun gue kadang juga suka baca-baca in bash terhadap orang-orang gaul di ask.fm, gue tetap benci dengan namanya yang memojokkan si anak eksis itu dengan agama.
awalnya sih
"agama kamu apa"
lama-lama
"terrorist" atau "kok papa kamu agama nya A, mama kamu agama nya B?"
Well, kalian gak mikir apa, orang itu tanpa gak sengaja lahir dalam keluarga itu, dan harus protes gitu? harus masuk lagi ke rahim ibunya, lalu minta biar lahir di keluarga yang religius gitu?
Agama dia, yaa Pilihan dia. Kita gak ada guna juga jelek-jelek in agama si orang itu, yang tanpa kalian sadari melakukan hal itu malah bikin agama kalian terlihat rendah. Kalian gak mau kan?
Yang paling parah kalau udah bawa-bawa kitab. Dan main keren-kerenan Kitab. Meskipun kita sebagai Muslim tahu kalo Al-Qur'an yang paling sempurna, kita gak perlu pake menjatuhkan kitab lain dan agama lain. Begitu juga sebaliknya. Karena itu tergantung kita sendiri
Mau dianggap agama lo baik? Ya jadi contoh yang baik, melakukan hal-hal positif, beribadah lah tanpa perlu menghina orang lain.
Kayak disekolah gue, anak Rokris atau Rokat tidak pernah protes karena terganggu akan Adzan yang berkumandang di masjid sekolah. Begitu juga sebaliknya.
Mungkin orang-orang yang merasa terganggu dengan aktivitas agama lain adalah orang-orang yang tidak pernah bersosialisasi.
Dan orang-orang agnostik maupun atheis gue harap tidak terlalu menjatuhkan agama orang lain. Karena, menurut gue, lo bisa katakan apa saja tentang apa yang menurut lo benar, tapi lo gak perlu menjatuhkan suatu kepercayaan orang. Meskipun jarang juga sih, agnostic dan atheis norak yang menjatuhkan agama orang lain. Kalo ada ya.. dia Norak.
Apalagi yang mengatakan
"Lo masuk neraka"
WTF
LO KIRA LO TUHAN?!
SEKIAN.

nah kedua hal itu yang selalu bikin gue resah. Dan sekarang, keresahan itu sudah gue ungkapkan di tautan gue kali ini. Mungkin emang gak banyak, tapi gue harap orang yang abis baca tautan ini kebuka mata hati nya, kalo kita mau dihormatin, kita juga harus menghormati. Jangan mau enaknya aja tapi gak mau susah.

Lebih baik usaha melakukan yang baik-baik tapi mendambakan imbalan daripada hanya melakukan hal-hal negatif terus menerus sambil berpikiran "ngelakuin yang baik juga ga dapet apa-apa"
Karena kebiasaan akan membuahkan rasa ikhlas
#EAAAAAAA
#EAAAAAAA




Sabtu, 12 April 2014

Kesambet Pahlawan

Aku berdiri melangkahkan kaki
Mendengar cerita tentang ibu pertiwi
Berpegang teguh tak ingin pergi
Berharap selalu tenang dengan ucapan damai

Namun, konspirasi bergeremuh karena tiada yang mengalah
Ideologi terbengkalai karena gagal melawan seorang figur
Menyanjung tanpa berpikir untuk menyelesaikan masalah
Bukannya bergerak, mereka hanya terus berkomentar

Bualan dan janji terus berkoar, bagaikan sedang di obral
Rakyat jelata mudah saja percaya, dengan ucapan yang murahan
Terlalu banyak orang jahat yang mempengaruhi, begitu kata mereka
Padahal hanya karena orang baik yang memilih untuk diam saja
Kadang keberanian lah yang kita perlukan
Untuk bisa memperbaiki cerita di masa depan
Lalu kita meninggalkan nasip ini yang kelak hanya sebagai materi pelajaran sejarah
Sehingga generasi di masa depan tidak usah bingung untuk menentukan suatu arah

Halo Indonesia ku,
Mungkin terlalu dini untukku berbicara
Namun keresahan ini selalu menyelimuti pikiranku
Aku harap secarik kumpulan kata-kata ini tidak tertinggal hanya sebagai sekedar tulisan sastra
Tidak juga sebagai angan yang tak bertujuan
Apalagi hanya sebagai luapan rasa kecewa kepada penegak dan penghuni Negeri ini
Aku harap aku bisa
Mengharumkan ibu pertiwi sampai ujung dunia

Kamis, 20 Maret 2014

Adakah sinonim dari "cinta" ?

Sejenak kepala ku menelaah kekosongan yang selama ini sudah mengusikku. Pikiran ku telah terkontaminasi oleh pikiran abstrak yang mereka sebut cinta. Aku selalu mengelak segala presepsi mereka tentang perasaan ini. Dan menganggap kekasih bukan lah yang terkasih, melainkan hanya standar fisik yang iseng-iseng dibuat oleh mata, kepala serta imajinasi belaka.
Dulu benakku selalu menganggap dia lah yang paling pas. Dirinya bersama gaya maskulin dan metropolitan nya terlihat begitu seksi. "Dia lah yang kucari" begitu pikirku.
Lagipula aku tidak mengenal cinta. Jika aku tidak mendapatkan nya, masih banyak pria maskulin yang lainnya. Dia bukan lah satu satunya. Aku hanya berbicara kepada batin ku sendiri, bahwa aku tidak akan jatuh cinta kepadanya, karena alasan yang aku bilang tadi, aku tidak mengenal cinta.

Aku akan tetap melanjutkan hidupku seperti biasa, tanpa mengambil pusing tentang dirinya yang semakin.....

Namun kian hari kian runyam rencanaku. Dia malah memasuki alam bawah sadar ku. Menjelajah sambil mengajak ku untuk berangan. Membuat diriku yang tak sengaja melamun malah menemukannya di dalam otak ku.
Aku melumat segala macam obat tidur di malam hari. Jarum jam menunjukkan pukul 2.30 malam, tetapi aku masih saja terjaga. Lain dengan raga ku yang terbaring santai, batin ku berteriak ingin berfantasi, dengan dia yang sebagai objek nya.

Salah satu teman ku tersenyum simpul melihat tingkah laku ku yang katanya mulai berubah. Temanku mengatakan bahwa aku sekarang berdandan layaknya seorang wanita pada umumnya. Mencoba mencari perhatian dari seseorang yang temanku belum tahu siapa.
Aku langsung tersipu malu. Mengingat 'seseorang' yang temanku maksud adalah 'dirinya'

"Kamu jatuh cinta, Za.."
Temanku menggoda ku, apa hanya memberikan pendapat? Aku tak tahu, tapi kata-kata temanku ini berhasil membuatku bingung.
"Cinta?" Kening ku pun berkerut, menandakan aku belum menangkap maksud dari temanku ini.
"Kamu tak akan berubah jika bukan karena cinta"

Aku semakin bingung dan lama lama malah jadi pusing. Ucapan temanku yang tadi, seakan mengartikan bahwa perubahan hanya terjadi jika ada cinta yang merangsang. Padahal kan tidak? Atau iya?

Kini keraguan ku tentang cinta tak begitu aku pedulikan. Yang jelas aku benar-benar terjebak dengan imajinasi romantis nan nakal tentang dirinya. Hhh, aku pun tak sadar bahwa sekarang aku mengerti arti dari "romantis" itu apa.

Semoga besok akan berkembang sehingga aku kelak bisa mengerti maksud dari perasaan yang sekarang aku rasakan ini apa...

Kamis, 13 Maret 2014

#ngosongin #draft #2

dulu gue pernah ngerasain ini, sama seseorang yang kini sudah tidak spesial lagi. tapi.. kebanyakan orang ngerasain ini sama orang yang spesial kan?

ok.

ini sebenarnya udah lama mau gue post, dulu tujuan buat ini adalah buat seseorang. Tapi gue mager... mager.. hingga akhirnya orang itu udah gak spesial lagi baru gue mau post HAHAHA.

ok

***


Jatuh cinta itu..

Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi diantara aku dan dia. Hanya merasa lucu dan nyaman dalam satu waktu. Awalnya hanya sekedar candaan yang diselimuti oleh kekaguman. Bukan kekaguman yang diselimuti rasa damba.

Bukan pilihan yang memaksa ku untuk ingin bersamanya. Namun ruang lingkup ku telah bertajuk seakan kita bersama. Tidak pernah ku kira senyuman manis  ternyata adalah benih-benih cinta yang kadang buat ku tersipu malu hingga kadang sampai tidak tahu malu.

Rasa canggung menuai dalam benak saat kita terjebak dalam latar yang sama. Saling mencari celah untuk mengisi keheningan. Hanya saling memandang tanpa bergeming. Namun kalau disudahi sesungguhnya hati tak ingin. Padahal, hanya untuk mengatakan “pinjam itu..” rasanya tenggorakan ini tercekat.

Para kawan terdekat mulai menganalisis, kadang mereka hanya mengatakan yang ingin kita dengar. Malah membuat kita sok merendah diri padahal rasa senang tak dapat dipungkiri. Ada juga yang mengatakan tidak mungkin, bodohnya kita setuju tapi diri kita masih saja berharap.

Tidak waras memang dapat mendeskripsikan diri ini. Melihat sesuatu yang pernah ia pegang saja membuat otak ku langsung memikirkannya. Hati ku memekik bahagia akibat kemenangan karena dapat memengaruhi otak yang tidak pernah setuju dengannya. Aku cuma tersenyum menyadari betapa lucu nya rasa ini telah membuatku.

Suatu hari, saat tidur pikiran ku bergerumuh gelisah. Cuaca malam yang suram malah membuatku makin muram. Aku hanya menarik selimutku dan memandangi handphone ku. Aku merasa seperti ABG sekali, ya memang sih aku ABG. Tapi belum pernah aku merasa selabil ini. Langit-langit kamar terlihat seperti wajahnya yang membuat ku percaya aku memang sudah tidak waras. Aku jadi uring-uringan sampai buat kepala ku sendiri terasa pening. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidur dengan alunan musik yang bernuansa sendu.

 Namun tiada rasa yang paling bahagia sekaligus menyesal. Saat di pagi harinya, dirimu mematikan alarm dari handphone dan menemukan satu pesan dari seseorang yang kemarin kau lukiskan wajahnya diatas langit-langit kamar, yang bertuliskan



“udah tidur, ya?”




NGEK NGOKKK



P. S : maaf kalo gue lagi suka pake enter. enter. enter. enter buat masuk ke hati doi (yailah)

Sabtu, 08 Maret 2014

Tua

Kau percaya dengan orang dewasa?
Ucapan nya terlihat begitu nyata
Kehidupan nya terlihat bahagia

Tidakkah kau ingin menjadi dewasa?
Tersenyum puas akan suatu prestasi
Berjalan bangga tanpa menyedot asi

Kadang kala semuanya masalahnya berujung rumit
Namun kata "bebas" menghilangkan rasa yang itu dalam sesaat
Tiada ocehan orang tua yang kadang terdengar pahit
Mereka hanya tersenyum lalu melupakan nya dalam hitungan menit

Tidak ingin kah kau seperti mereka?
Sepatu tinggi, dasi flamboyan, tanpa hutang
Melangkah anggun, berjalan gagah dengan aura yang terbuka
Meneguk wine, menghisap rokok tanpa rasa takut ketahuan..
Bahkan tanpa rasa berdosa.
Karena kau bukan tanggungan siapapun lagi

Nah sayang, maukah kau tumbuh menjadi dewasa?

--------------------------------------------

Pikiran arogan serta pendek tentang orang dewasa. Well, aku tahu orang dewasa ga sebahagia itu. Kan, pikiran pendek.

Kamis, 06 Maret 2014

Ugh

Tiada pilar lagi yang dapat menopang

Aku sudah cukup jadi remuk
Benakku sudah kalut
Jatuh bangun aku perjuangkan
Namun takdir berkata sia sia

Aku masih tak percaya
Sudah tiga ratus enam puluh lima hari aku dibodohi

Angin pun terus berhembus
Membisikkan kata sabar
Yang sepertinya sudah tidak ku butuhkan

Mata terus melihat
Bakar bakar bakar
Salahkan hati tak mau percaya
Pikiran ku hanya tersenyum
Buatku bergidik ngeri

Aku terus menyesal tanpa tahu apa yang harus disesalkan
Aku dibilang harus merelakan tanpa tahu apa yang harus direlakan

Memang dunia tak pernah adil
Kini aku hanya manusia yang tak percaya
Sial nya aku masih ingin berharap
Namun adakah harapan tanpa percaya?
Karena sesungguhnya kehilangan apa yang di percaya itu sangat perih.

Jumat, 28 Februari 2014

Good Luck, bro

Its funny, ngeliat manusia yang dulu deket sama kita jadi jauh banget dari kita. Layaknya sama-sama gak kenal. Bodohnya, bukannya mengembalikan keadaan seperti yang dulu pernah kita saling perani, kita malah melanjutkan sesuatu yang canggung dan salah kayak gini. Gue punya beberapa temen yang sekarang udah gak deket lagi, meskipun gue ga peduli-peduli amat tapi itu semua terlihat lucu.

Apalagi yang satu ini, manusia yang entah dari mana asalnya pernah muncul di kehidupan gue. Manusia yang punya sejuta topik yang nyambung sama gue. Yang rela gue tanyain seluk beluk porno tanpa mikir gue bokep. Yang curhat tentang doi nya sampai bilang makasih ke gue karena katanya, gue nge bantu dia move on. Yang mengenali gue dengan musik musik yang kelas nya pas sama telinga gue. Yang wawasannya luas tapi suka sarkastik-in gue yang emang cocok untuk disalahin. Yang ngomong gak pake mikir, asal masalahnya kelar. Yang pernah nyapa gue langsung tapi hasilnya awkward. And then, we talk so rarely since that time.

Gue adalah tipikal yang bingung plus canggung kalo udah kenal dan deket secara ga langsung(re : chat, telfon, twitter even skype) duluan daripada face2face duluan. Nah, pas ketemu langsung gue kadang jadi bingung gitu harus apa, DAN harus gue tekankan, bukan karena malu ngomong sama orang itu. Tapi emang dasarnya gue begitu. Dan itu terjadi terhadap "dia"

Hh. He is not one of my ex-crush, really.

Gue nulis ini, karena... well, pas kemarin (sekitar 5 hari yang lalu mungkin) gue berpas-pasan sama dia, i can not help my lips to not smiling at him, yah... karena dia udah baik, dan berperan banyak dalam kehidupan gue, gak salah, dong? Tapi dia malah gak peduliin gue. Ya, gue gak tau dia emang gak liat gue, apa emang sengaja gak mau liat gue. Gue kayak.... grrr...bzzzt... malu kelez.... ada yang liat gak ya.... Lalu suatu ketika, dia chat gue di salah satu aplikasi komunikasi. Gue sedikit bahagia, karena pada akhirnya dia dan gue berkomunikasi layaknya dulu, dan gue berniat minta maaf, lah dan mengatakan beberapa keluh kesah gue ke dia biar dia intropeksi diri begitu juga sebaliknya. Namun, nyatanya, dia hanya bales seperlunya. Gue jadi males. (padahal dia yang mulai chat loh!!! Hhh)

So, gue gatau inti dari gue nulis blog ini itu apa, tapi gue cuma mau bilang ke dia, kalo gue minta maaf. Gue gak tau kalau kecanggungan bisa berakhir seperti ini. Gue gak tau maksud dari lo nyuekin dan jutekin gue itu apa. Gue hanya ingin sekedar bilang maaf dan pingin bilang semoga sukses buat lo di kedepannya. Dan berdoa lo nyuekin gue kayak gini bukan karena lo sebel sama gue atau apa. Gue harap ini semua karena lo lagi fokus sama satu hal yang penting banget sama hidup lo. Well, good luck ya semoga lo sukses terus cepet-cepet sadar, terus traktir gue mcd. Bye.